Mencari Sekolah Untuk Anak (Part 1)

IMG-20190214-WA0001-01

Mencari Sekolah Untuk Anak (Part 1)

Sekolah yang Bagus itu, Seperti Apa?

“Kita tidak bisa mengubah sistem pendidikan kita, yang bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah memberikan rasa cinta sebanyak banyaknya kepada anak kita untuk bisa menghadapi sistem tersebut”

“Anak yang dibesarkan dengan penuh cinta oleh orang tuanya akan dapat lebih menghadapi stress saat menghadapi pelajaran sekolahnya”

Itu beberapa kalimat bagus yang saya ambil dari drama korea Sky Castle. Ada yang belum nonton? Keren loh ini drama from beginning to the end. Drama ini menceritakan bagaimana persaingan para orang tua kalangan elit untuk menjadikan anak mereka berprestasi dengan tujuan bisa masuk jurusan favorit di universitas bergengsi. Para orang tua berlomba lomba mengikutkan anak anak dalam berbagai les pelajaran tambahan, bahkan mencarikan tutor khusus agar anak anak mereka bisa fokus belajar dan mendapatkan nilai yang tinggi, bahkan dengan cara ilegal sekalipun.

Tidak menutup mata bahwa di sini pun nilai masih menjadi prioritas utama dalam berbagai bidang, anak dengan nilai mata pelajaran tinggi maka akan disebut sebagai anak pintar.

Apakah itu salah? wong pintar kok disalahkan.

Tentu tidak, namun sebaiknya kita pun bisa membuka mata dengan jenis kepintaran yang lain.

Manusia diciptakan dengan bakatnya masing masing, ibarat ikan dan monyet disuruh lomba berenang ya pasti ikan pemenangnya, begitupun sebaliknya jika mereka disuruh lomba memanjat sudah pasti monyet pemenangnya.

Jaman sekarang semua sudah berkembang pesat, saingan semakin berat, manusia semakin banyak. PR besar bagi kita sebagai orang tua bagaimana menyiapkan mereka, anak anak kita, menghadapi dunia yang sesungguhnya, karena tidak selamanya kita akan terus mendampingi mereka. Suatu saat mereka harus bisa bertanggungjawab atas dirinya sendiri.

Menjadi orang tua dari anak yang akan mulai bersekolah membuat saya rajin mencari-cari info tentang sekolah pada jaman sekarang. Jaman saya kecil dan tinggal di sebuah desa di pedalaman sumatera, sekolah di sana tidak terlalu banyak pilihan. Boro boro sekolah favorit, ada sekolah saja sudah untung. Lain halnya ketika kami sekarang tinggal di kota besar sekitaran Jabodetabek, di mana segala sesuatunya berjalan dengan ritme yang begitu cepat. Demikian juga sekolah, banyak ragam dan jenisnya mulai dari negeri, swasta, islamic, internasional dan lain lain.

Dengan kondisi jaman sekarang, di mana pengaruh negatif dan tingginya tingkat kriminalitas, maraknya media sosial yang tak terbatas maka banyak orang tua yang berusaha memasukkan anak mereka ke sekolah yang baik untuk pendidikan akademis maupun membantu pembentukan karakter. Tentunya sekolah tidak sepenuhnya bertanggung jawab atas masa depan anak namun kontribusi dan sinergi antara sekolah dan orang tua sangat diperlukan.

Jadi, sekolah yang bagus itu seperti apa? Entahlah, ini mah saya menulis berdasarkan sudut pandang saya saja ya buibu

IMG-20190214-WA0002

Mencari sekolah anak itu ternyata gampang gampang susah, karena memutuskan bahwa anak anak harus masuk sekolah dan tidak homeschooling maka kami berpatokan pada akreditasi sekolah berdasarkan Dikti.

Beberapa hal yang kami pertimbangakan dalam memilih sekolah adalah :

1. Kesiapan mental anak

Dari yang saya baca, anak anak siap sekolah setelah usia di atas 4 tahun di mana kemampuan kognitifnya sudah mulai bisa diasah. Sebelum 4 tahun sebaiknya lebih ke pembentukan karakter oleh orang tuanya di rumah. Hal hal yang kami lakukan untuk membuat Dimas dan Femi siap sekolah saya bahas di tulisan selanjutnya ya

2. Kualitas sekolah
Kalau ini saya lebih ke arah mencari testimoni dari para orang tua yang anaknya sudah sekolah lebih dahulu dan juga membaca baca blog dan artikel di internet. Kemudian saya juga ke sekolahnya langsung melihat dan survey metode belajar mereka, suasana dalam kelas, jumlah murid dibandingkan guru, dan kegiatan Belajar Mengajarnya seperti apa.

3. Budget
Apakah sekolah yang bagus sudah pasti mahal? Tidak tentu tapi mayoritas seperti itu. Namun murah dan mahal tentunya relatif kembali ke orang tua masing masing. Dana pendidikan anak anak sudah kami persiapkan sejak mereka bayi jadi memang sudah ada alokasi dana tersendiri yang bisa digunakan saat mereka harus masuk sekolah. Jadi jika kamu sebagai orang tau dan memutuskan memasukkan anak anak ke sekolah yang budgetnya mungkin di atas rata rata beberapa orang dan ada yang mengatakan sekolah kok mahal mahal amat, ya nggak masalah toh memang sudah kita persiapkan pos nya masing masing. Nggak mahal jika dipersiapkan, menjadi mahal jika mendadak harus menyediakan sekian rupiah.

Dan satu lagi, pertimbangan setiap rumah tangga berbeda beda, ada yang mengalokasikan lebih banyak budget ke pendidikan anak, dan ada juga yang mengalokasikan lebih ke renovasi rumah, jalan jalan, atau hal lainnya. Itu mutlak keputusan rumah tangga yang tidak perlu orang lain ikut campur, toh mereka nggak ikut cari duit ini, ya nggak sih

4. Jarak Tempuh
ini juga penting karena jangan sampai energi anak habis di jalan untuk pulang pergi sekolah. Jika sudah tingkat kuliah nggak masalah karena mereka bisa kos atau tinggal di asrama namun jika masih TK – SMA sih sebaiknya yang masih dapat dijangkau. Sekali lagi ini juga kembali ke pertimbangan masing masing yaa

5. Lingkungan
Lebih baik memang survey dulu untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar sekolah, kita nggak ingin kan sekolah anak anak kita berada di area yang rawan dengan tindak kriminal atau hal hal buruk lainnya

Nah setelah semua hal di atas dipertimbangkan, maka kami mulai me list beberapa sekolah yang akan Dimas masuki eniwei lokasi kami di sekitaran Tambun Bekasi. Dan kami mencari sekolah TK B untuk Dimas yang Juli 2019 nanti usianya sudah 5.5 tahun.

IMG-20190214-WA0003

Inilah beberapa list yang sudah kami pangkas menjadi Top Five,

1. TK Nabila

Jarak : 5 menit jalan kaki
Uang pangkal : sekitar 1 jt
Uang SPP : Sekitar 100rb
Jumlah murid dalam kelas : sekitar 30 orang
Jumlah guru dalam kelas : 2 orang

2. BIMBA

Cuma survey sebentar saja dan itu pun dari luar karena Dimas nggak tertarik dengan belajar sepi cuma beberapa murid saja. Terlebih nggak ada perosotan besarnya. Namun yang saya browsing dari internet

Biaya pendaftaran sekitar 300k
SPP perbulan berkisar antara 250-500k tergantung dalam seminggu mengambil kelas yang berapa hari

3. TK Al Muslim Tambun

Jarak : jalan kaki 15 menit, motor 5 menit
Uang pangkal : sekitar 10jt
Uang SPP : Sekitar 1 jt
Belajar dari jam 08.00-15.00 ada makan siang dan tidur siang

4. Putra Darma Global School (PDGS)
Jarak : 5 menit naik motor
Uang pangkal : sekitar 5jt
SPP : sekitar 500k
Jumlah murid dalam kelas : sekitar 20 orang
Jumlah guru dalam kelas : 2 orang

5. Putra Darma Islamic School (PDIS)
Jarak : 15 menit naik motor
Uang pangkal : sekitar 4jt
SPP : sekitar 400k
Jumlah murid dalam kelas : sekitar 20 orang
Jumlah guru dalam kelas : 2 orang

Dari semua itu maka kami sortir lagi dan coret coret menjadi 3 besar yaitu Al Muslim, PDIS, atau PDGS. Dan karena tiga sekolah ini sudah bagus akreditasinya maka kami (berdasarkan budget) memilih PDIS.

Langkah selanjutnya adalah mengajak Dimas datang langsung untuk melihat calon sekolahnya. Awalnya dia nggak mau masuk dan hanya menunggu di gerbang sekolah sementara ayah mamanya masuk mencari info pendaftaran, jangan khawatir, ada satpam yang mendampingi kok.

IMG-20190214-WA0001

Lalu lama lama dia mau masuk setelah diajak bicara sama ayahnya. Kami diperbolehkan masuk dan melihat suasana belajar mengajar dalam TK. Menariknya di PDIS ini ruang belajarnya adalah bisa yang disulap menjadi kelas sehingga menambah daya tarik untuk anak anak. Saat Dimas masuk kelas murid murid dalam kelas menyambut dengan antusias sehingga Dimas merasa “nyaman” dan punya teman baru. Sesudah itu ia mencoba mainan yang ada di sana, lalu kami pulang.

IMG-20190214-WA0005

Sampai di rumah, kami membahas tentang calon sekolah Dimas tersebut, dia asik bercerita dan akhirnya saat ditanya
“Kakak mau sekolah di sana nggak?” dan dia menjawab
“Mau”

Kelihatannya sepele ya mau masuk sekolah TK aja kok pakai persetujuan anak. Tapi kami berusaha selalu melibatkan anak anak dengan apa yang akan dia hadapi nantinya. Kami berusaha menghormati pendapat anak kami sejak dini, awalnya dia mau sekolah di TK dekat rumah namun setelah datang ke PDIS dia mau sekolah di sana.

IMG-20190214-WA0004

Nah untuk bagaimana sih mempersiapkan mental anak anak kita untuk masuk sekolah, kenapa sih saya akhirnya gak homeschooling dan bagaimana sih mempersiapkan budget untuk pendidikan anak? Saya akan tulis dalam artikel lainnya yaa

Simak terus tulisan saya di prasetiawatiwahyu.wordpress.com

Semoga bisa memberi manfaat bagi para orang tua yang sedang mencari sekolah untuk anak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s